Sebuah Sajak Dalam Kesibukan...

Tidak sempat update.Terimalah sebuah sajak untuk direnung bersama;

Senja itu,
Di Garhayu irama gerimis yang tandus
Aku sempat menalkinkan sebuah harapan
Untuk paku terakhir sebuah keranda Ilusi
Lantas terkoyaklah mihrab yang melangsiri antara Cita dan Cinta
Membenarkan aku mengangguki segalanya
Pasrah dalam renyuk doa kerinduan..
Hujan masih renyai diluar,
Memercikkan sebuah memori yang kelam
dalam kelunturan asyik..
Aku enggan mengenang sebuah ketewasan
Yang hanya berkronikan janji semata
Lantas,
Pandangan ku lempar nun sayup ke jendela malam
Menatap zulumat yang membungkus dimensi nyata
Asyik dalam keterbatasan usia
Dan aku sendiri disini
Gagal mentafsir erti gerimis yang mula kebingungan
Diantara alir dan terhenti
Izinkan aku bersimpuh disini
Menatap saki baki makna hidup derita
Mencari kalau-kalau ada sedikit sinar dalam terowong keliru
Sesudah penat berbicara bersama sunyi
Ku tutup kitab puaka itu
Untuk ku hampar sebuah sejadah hidup
Lantas ku sujud sepuasnya.

nurkilan:syahid_zul, 19/6/07

p/s:Mungkin susah nak faham atau mungkin ada tempat2 tertentu yang kedengaran pelik.Tapi asalkan ia dapat menyampaikan perasaan penulis, ia dikira sebuah karya.

.... rest of template code ....

Sebuah Sajak Dalam Kesibukan...

Tidak sempat update.Terimalah sebuah sajak untuk direnung bersama;

Senja itu,
Di Garhayu irama gerimis yang tandus
Aku sempat menalkinkan sebuah harapan
Untuk paku terakhir sebuah keranda Ilusi
Lantas terkoyaklah mihrab yang melangsiri antara Cita dan Cinta
Membenarkan aku mengangguki segalanya
Pasrah dalam renyuk doa kerinduan..
Hujan masih renyai diluar,
Memercikkan sebuah memori yang kelam
dalam kelunturan asyik..
Aku enggan mengenang sebuah ketewasan
Yang hanya berkronikan janji semata
Lantas,
Pandangan ku lempar nun sayup ke jendela malam
Menatap zulumat yang membungkus dimensi nyata
Asyik dalam keterbatasan usia
Dan aku sendiri disini
Gagal mentafsir erti gerimis yang mula kebingungan
Diantara alir dan terhenti
Izinkan aku bersimpuh disini
Menatap saki baki makna hidup derita
Mencari kalau-kalau ada sedikit sinar dalam terowong keliru
Sesudah penat berbicara bersama sunyi
Ku tutup kitab puaka itu
Untuk ku hampar sebuah sejadah hidup
Lantas ku sujud sepuasnya.

nurkilan:syahid_zul, 19/6/07

p/s:Mungkin susah nak faham atau mungkin ada tempat2 tertentu yang kedengaran pelik.Tapi asalkan ia dapat menyampaikan perasaan penulis, ia dikira sebuah karya.

2 Comments:

  1. Sofwah said...
    Salam.

    Wow. Syahid_Zul, boleh tulis sajak juga ye...

    Baik sekali sajak ni, Syahid_Zul... sangat terharu... mendalam dan menyentuh...

    Wassalam.
    Sofwah said...
    Salam,

    dan oh ye, perlahan-lahan apdet, Syahid-Zul, jangan kelam-kabut :)
    Jika sibuk, tumpukan perhatian pada tugas yang penting :)

    Lagipun sajak ini perlu didalami oleh pengunjung blog!

    Wassalam...

Post a Comment